cerita tanpa tajuk part 2

7576 views

Koleksi Cerita Lucah, Buku Lucah, Citer Lucah, Novel Lucah Cerita Seks Melayu Lucah Stim Sangap cerita tanpa tajuk part 2

Dapatkan kebenaran dari ibubapa anda sekiranya anda di bawah umur 18tahun.
cerita tanpa tajuk part 2 melayu bogel.com
“Balan cepat….”

Lalu Balan memasukkan batangnya yang sudah sangat keras ke dalam vaginaku yang sudah basah kuyup rasanya. Dalam hal ini pun dia sangat pandai… dimasukkannya pelan-pelan, tarik-keluar tarik-keluar. Sedaaap sekali rasanya…. Tuhan saja yang tahu. Batangnya sangat besar sehingga penuhlah rasanya lubang kemaluanku. Aku mengangkat punggung setiap kali Balan menghenyakkan batangnya.

Setelah itu aku seperti orang gila saja. Tak pernah aku merasakan kenikmatan seperti itu. Lebih kurang lima menit aku merasa seperti mau kencing. Aku tahu aku sudah orgasme. Ooohh… nikmat sekali rasanya… kutarik badan Balan dan kudorong punggungku ke atas. Lalu kulilitkan kakiku ke pinggang Balan. Balan pun saat itu menghentak lagi dengan kuat….

Aku seperti meraung waktu itu. Sedappp… lalu muncratlah… Setelah terpancur air maninya, satu menit kami tak bergerak. Hanya saling berpelukan dengan erat. Nafas kami terengah-engah. Pandanganku nanar seakan terbang melayang ke langit ketujuh. Selama beberapa saat aku merasakan ketenangan, kenyamanan, dan perasaan puas bercampur aduk. Vaginaku terasa sangat panas dan basah kuyup. Penis Balan berdenyut-denyut di dalam alat kelaminku.

Setelah itu Balan menarik keluar batangnya dari dalam vaginaku… Ia tampak seperti ular sawah yang tertidur setelah selesai menyantap mangsanya…. terkulai.

Balan lalu berkata sambil mengecup dahiku, “Terima kasih akak!”

Aku tersenyum senang dan berbaring bugil bersamanya di depan TV. Tangan Balan melingkari leherku yang telanjang. Kurebahkan kepalaku di dadanya. Lalu sebelah tanganku menggapai kemaluan Balan yang masih basah setelah selesai digunakan untuk menyetubuhiku. Aku memandangi dan mengagumi batangnya yang kuncup dan begitu perkasa. Kubelai-belai penis Balan dengan lembut. Sementara itu bibirku menciumi dadanya yang hitam bidang dan dipenuhi rambut. Balan sendiri masih terbaring mengumpulkan kembali tenaganya tapi tampak jelas kalau ia sangat senang dengan perlakuanku.

Dibelai-belainya punggungku yang putih mulus dan juga rambutku yang hitam panjang. Dia tersenyum sambil memandangiku.

Aku terus mengusap-usap kemaluannya yang panjang dan kuncup itu. Dalam waktu yang tak berapa lama, aku bisa merasakan batang yang hitam itu sedikit demi sedikit mengeras kembali karena belaian dan rangsanganku. Senang sekali melihatnya…!

Sebelum suamiku dan kawan-kawannya kembali, Balan masih sempat menyetubuhiku sekali lagi. Kami berdua memang sama-sama ingin melakukannya lagi. Persetubuhan ronde kedua ini berlangsung cukup singkat. Dalam waktu 5 menit aku sudah berhasil mencapai orgasme. Beberapa detik kemudian Balan pun menggeram dan memuntahkan air maninya kembali di dalam rahimku. Aku belum pernah merasakan sensasi dan kebahagiaan seperti ini sebelumnya. Karena itu setelah Balan selesai menyetubuhiku untuk kedua kalinya, aku langsung memeluk dan mencium bibirnya dengan ikhlas sebagai tanda terima kasih.

Tangan Balan menjangkau marker yang tergeletak di atas meja kerja suamiku. Aku bertanya-tanya dalam hati apa yang akan dilakukannya. Rupanya ia menuliskan sesuatu di paha dalamku yang putih, dekat vaginaku.

Aku agak tersentak karena kaget tapi Balan menenangkan diriku. Aku diam saja karena percaya kepadanya. Rupanya ia menuliskan nomor HP!

“Akak, ini nomor HP-ku, nanti jangan lupa kita kontak-kontak lagi ya…” katanya sambil menatapku.

Aku jadi tersenyum malu. Dengan mantap aku menganggukkan kepala. Kurebut marker itu dari tangannya dan aku pun menuliskan nomor HP-ku di paha dalamnya yang legam, dekat dengan penisnya yang panjang dan mengagumkan. Balan hanya tersenyum senang melihat tingkahku.

Kami mendengar suara Trooper memasuki pekarangan rumah tepat saat aku baru saja mengenakan kembali baju kurungku. Untunglah tadi begitu selesai ronde kedua Balan langsung menyuruhku bergegas berpakaian kembali tanpa kami sempat membersihkan diri dulu. Rupanya benarlah sarannya. Sambil mengenakan tudungku, aku segera menyiapkan hidangan di meja makan sementara Balan duduk di depan TV seolah tak pernah terjadi apa pun.

Kalau kupikir-pikir dengan akal sehat, sungguh nekat apa yang telah kulakukan tadi bersama Balan! Apalagi kalau kuingat pintu rumah kami pun dalam keadaan terbuka lebar! Untung saja tak ada seorang pun yang datang saat kami bersetubuh tadi… Kebetulan lokasi rumah kami memang agak jauh dari para tetangga maupun jalan raya.

Apa yang kami berdua lakukan tadi sebenarnya relatif sangat singkat. Kalau dihitung sejak Balan keluar dari kamar mandi sampai kami berpakaian kembali total waktunya hanya sekitar setengah jam. Walaupun singkat tapi benar-benar memuaskan dan menegangkan!

Aku agak gugup sebetulnya waktu melayani suamiku dan kawan-kawannya di meja makan. Maklum, inilah pertama kalinya aku berselingkuh terhadap suamiku. Apalagi lelaki yang baru saja menyetubuhiku ikut duduk pula semeja bersama kami. Aku pun masih merasakan air mani Balan mengalir keluar dari vaginaku yang basah kuyup karena aku belum sempat membersihkan diri sama sekali.

Untunglah Balan orangnya sangat periang dan banyak bicara. Suamiku dan kawan-kawannya lalu asyik makan sambil mengobrol dengan serunya. Sementara aku sendiri tidak terlalu banyak bicara karena masih terbayang-bayang baru saja disetubuhi secara hebat oleh Balan.

Begitu suamiku mengecup dahiku berpamitan dan pergi bersama kawan-kawannya, aku segera mengunci pintu dan melepas semua pakaianku.

Aku bermasturbasi membayangkan persetubuhanku bersama Balan tadi. Sungguh luar biasa dan menegangkan! Jemariku menembus vaginaku dan masih mendapatkan air mani Balan yang hampir mengering. Terasa lengket menempel di jemariku yang halus. Dengan nikmat kujilati jemariku dan kutelan perlahan-lahan sperma yang rasanya kuat beraroma kari itu…

Seharian itu sampai malamnya aku tak pergi mandi karena terus-menerus bermasturbasi membayangkan saat aku disetubuhi Balan. Kukirim SMS pada pemuda Hindu itu. Ia begitu senang membaca SMS-ku dan membalasnya bertubi-tubi dengan kata-kata cabul yang menggairahkan. Tak dipedulikannya jika ia sedang duduk di belakang suamiku.

Aku sangat senang membaca SMS dari Balan. Kata-katanya begitu cabul menyanjungi diriku dan membantuku melakukan masturbasi. Malamnya, saat sudah berada sendirian di dalam kamar, Balan meneleponku. Aku begitu senang mendengar suaranya, melebihi senangnya menerima telepon dari suamiku sendiri!

Tak terasa hampir satu jam kami berbincang dengan mesra dan saling merangsangi melalui percakapan telepon. Aku menyanjunginya sebagai jauh lebih hebat daripada suamiku sendiri. Ia pun menyebut diriku bagaikan dewi yang turun dari kahyangan! Akhirnya kami masing-masing melakukan masturbasi sambil terus bercakap-cakap. Sungguh suatu pengalaman yang luar biasa! Aku tidur malam itu dengan badan penuh keringat dan hati yang luar biasa puas!

Aku jadi ingin kembali bersetubuh dengan Balan. Sayang suamiku belum ada lagi tugas outstation setelah kejadian itu.

Itulah pertama kalinya aku merasakan batang lelaki lain selain milik suami. Aku merasakan kenikmatan dan sensasi yang luar biasa. Jadi timbul keinginan untuk merasakan batang yang lain lagi.

Balan mengetahui keinginan terpendamku itu karena aku semakin sering curhat padanya. Balan sangat open-minded sehingga aku bisa curhat bahkan tentang hal-hal tabu yang tak mungkin kuceritakan pada suamiku sendiri. Ia berjanji untuk memperkenalkanku kepada teman-teman sepermainannya di Brickfields kalau suamiku pergi outstation lagi. Duuh, senangnya aku mendengar janjinya. Tak sabar rasanya…

Tags: #apalagi #batangnya #brickfields #brol #dalam #kami #kubelai-belai #pelik #sementara #sungguh #tangan-balan